Saturday, December 28, 2013

Fatback Gelato





Spent one night with a-soon-to-be-a-married-couple, I picked this ice cream to end the day. It was cold outside and I didn't know what happened to me and why I chose this, hahahah *cold weather and ice cream wasn't a good combination, but I nailed it :P* called me ice cream traveller then.
Walked down the alley and found this gelato outlet called Fatback, which also a unique PopArt restaurant in Fx Senayan. Those gelato colors hypnotized me, I chose the green one which has chocolate mint flavor. One scoop for 15k++, hey they have bailey flavor too for 20k++ 

Fatback Resto
fX Lifestyle X'nter fB #19
Jl Jendral Sudirman, Pintu Satu Senayan. 
Jakarta Selatan . 

Thursday, December 5, 2013

One Night at PhoBar


Dua minggu yang lalu, ada undangan food testing dan food review di Phobar dan untuk pertama kalinya saya ngumpul bareng teman-teman seru di Indonesian Food Blogger. Phobar sendiri sebetulnya tidak sulit dicari, lokasinya berada di Fairground Building, SCBD. Saya malah lebih bingung nyari jalan masuk ke restorannya karena saya turun di dekat tempat masuk Potato Head. Suasana restorannya juga seru untuk berkumpul bersama teman-teman sepulang kantor, unformal meeting, arisan, private party, sampe makan malam bareng keluarga. 

Sunday, December 1, 2013

There's Woody on my Ice Cream


Sebenarnya udah dari beberapa minggu lalu ngerengek minta dianterin ke Woody garden. Buat yang belum tahu, di jalan raya KM Bogor dekat dengan simpangan depok dari jaman saya TK ada taman bermain sekaligus tempat makan es krim ini. Merk es krimnya woody, mungkin untuk anak-anak sekarang es krim ini udah jarang mereka lihat atau bahkan ada yang belum pernah coba. Saya kangen pake banget sama es krim ini, karena ini adalah es krim pertama yang bisa saya beli dengan uang jajan sendiri karena harganya murah banget.

Waktu kecil sih ngga pernah kepikiran yah, "Emangnya Woody Woodpecker identik dengan ice cream yah?" pertanyaan tersebut malah terlontar akhir-akhir ini dan selalu ditutup dengan gelak tawa karena saya sendiri tidak tahu kenapa es krim ini mengusung tokoh "Woody". Sempat terpikir mungkin tokoh kartun ini yang kala itu sangat terkenal akan lebih mudah diterima dan diingat anak-anak.





Es krim rasa susu lapis cokelat sudah menjadi favorit saya sedari jaman TK loh. Seingat saya dulu harga es krim varian tersebut sekita 1000 - 1500 deh dan saat ini harga 3000, I lil bit shocked, kenapa? bingung aja kenapa si es krim ini masih aja murah, mungkin untuk ukuran memang aga sedikit lebih kecil dari sebelumnya, uhmm wait es krimnya yg berubah jadi lebih kecil atau tangan saya yang tidak sekecil dulu lagi jadi terkesan si es krim mengecil yah? hihihihihi

Es krim vanila lapis cokelat kacang

Es krim susu lapis cokelat

Es krim rasa jeruk

Ice pop rasa jeruk dan cokelat

Kami juga mencoba ice cream yang ada di toko ini, harga per conenya 2000 rupiah *kembali shocked*. Well, ice conenya ngga besar dan diameter ice cream yang ditaruh diatas conenya juga mungkin hanya diamete 5 - 7cm aja, tapi yang membuat saya suka sama es krim ini adalah pilihan rasa dan conenya yang super renyah. Beda deh sama ice con yang biasa dijual di supermarket, ini lebih mirip ice conenya cornetto-Walls atau concertonya-Campina. Saat saya memesan ice cone, es krim rasa jeruk yang sejak awal saya inginkan ternyata habis, yang tersisa Melon, Rum Raisin, Durian, Kopyor dan Strawberry. Finally, we chose Melon and Rum Raisin. 2000 rupiah udah dapet es krim rasa rum raisin? not bad kan?


Lalu gimana rasa es krim 'vintage' ini? menurut saya rasanya tidak berubah dari terakhir saya makan sewaktu sd atau smp (ngga ingat). Es krim rasa jeruk atau rasa buah-buah lain sebenarnya eskrim simple yang sepertinya bisa dibuat dirumah dengan menggunakan syrup buah, untuk es krim susu lapis cokelat jangan dibayangkan rasanya seperti es krim vanilla sekelas Mangnumnya Walls yah, tapi yang membuat saya suka es krim ini adalah rasanya tidak begitu manis dan untuk teman-teman yang tidak suka susu pasti masih bisa makan es krim yang satu ini. Melon dan Rum raisin cone eskrimnya jugaa enak tidak terlalu manis namun tidak menghilangkan rasanya, mungkin ini es krim rasa melon kedua saya selama ini deh (yang pertama pernah coba di Sushi Tei). Satu hal lagi yang harus digarisbawahi, es krim ini cepat banget mencair, semoga artinya bagus yaitu tanpa bahan pengawet dan saya rasa sama hal nya dengan beberapa es krim tradisional lain yang cepat mencair.

Saya juga membeli ice pop rasa Jeruk dan Coklat untuk dibawa pulang. Es krimnya sendiri menyerupai es bon-bon yang bisa kita beli di supermarket dan tinggal dimasukan ke freezer supaya mengeras. Teksturnya kasar dan sama persis dengan es yang bisa kita buat menggunakan air ditambah sirup kemudiang dituang ke plastik dan dibiarkan membeku di freezer. Ah, who cares? this is still Ice cream, right? 

Yeaayyy dengan selesainya hunting es krim woody ini, check list es krim 'vintage' saya pun bertambah.